Motivasi Hidup
http://www.facebook.com/#!/dessynatalia.siburian
Kisah sebuah ember....
Seorang pemikul air di India memiliki 2 buah ember. Masing-masing ember
tergantung di ujung pikulan yang ia pikul dengan bahunya. Salah satu
ember dalam keadaan bocor, sedang ember yang satunya lagi sempurna.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh dari sumber air ke rumah
tuannya, ternyata air ember yang bocor tinggal setengahnya, sedang di
ember yang satu lagi tetap penuh. Ember yang bocor merasa malu dengan
ketidak sempurnaannya krn ia hanya mampu membawa setengah dari yang
diharapkan. Ember yang sempurna merasa bangga dengan prestasinya karena
seluruh kewajibannya dapat diselesaikan.
Setelah 2 tahun
berjalan, ember yang bocor tidak tahan lagi dan ia pun berkata kepada
tuannya,”Aku merasa malu sekali dan ingin meminta maaf atas ketidak
mampuanku.”
“Mengapa engkau harus malu?” tanya pemikul air itu.
“Karena selama 2 tahun ini, aku tidak mampu melakukan tugas dengan
sempurna, aku hanya bisa menyelesaikan setengah dari kewajibanku,
padahal engkau telah bersusah payah membawaku. Lubang pada tubuhku ini
menyebabkan air bocor sepanjang jalan” jawab sang ember.
Si
pemikul air berkata, “Apakah kamu memperhatikan bahwa di sepanjang
jalan, pada sisi kamu berada penuh dengan bunga yang indah, sedang di
sisi lain tidak?”
“Memang benar, aku telah memperhatikannya,” kata sang ember.
Kemudian si pemikul air itu melanjutkan, “Itu terjadi karena aku tahu
kekuranganmu dan aku memanfaatkan kelemahanmu. Aku telah menabur bunga
di sepanjang sisimu dan kamu telah menyiramnya setiap hari. Dan
hasilnya? Setiap hari selama 2 tahun ini aku dapat menghias meja tuanku
dengan bunga-bunga yang indah, yang kamu sirami setiap hari”.
Ketahuilah, bahwa memang kita semua memiliki kekurangan, namun bila kita
mau, TUHAN dapat menggunakan kekurangan itu untuk menghias meja BAPA di
surga dan memuliakanNYA. Jangan kuatir dengan kekurangan kita, karena
pada kelemahan dapat kita temukan kekuatan! Terkadang apa yang menjadi
kekurangan kita, justru bisa menjadi kelebihan kita
Tidak ada komentar:
Posting Komentar